Jurnal
Mengapa Saya Menulis Ulang
Cuplikan jurnal: tentang menulis ulang sebagai bentuk baca ulang.
Malam ini saya menulis ulang sebuah tulisan lama. Bukan karena salah — tapi karena saya sudah tidak sama dengan orang yang menulisnya dulu.
Saya percaya menulis ulang itu bentuk baca paling jujur. Saat menulis ulang, kita dipaksa menghadapi: apa yang masih saya percayai? Apa yang sudah saya tinggalkan? Mana yang cuma soal gaya bahasa, mana yang soal isi?
Tulisan ini sendiri saya akan tulis ulang lagi, mungkin tahun depan. Itu bukan kegagalan — itu bukti bahwa saya masih hidup.
Lihat juga /artikel/membangun-website-personal-yang-tahan-lama.