Akhmad Mahmud
Portofolio

Catatan STB Server

Konfigurasi STB bekas sebagai server mirror Git lokal + emergency static host.

1 menit baca235 kata#stb#armbian#docker#gitea#self-hosting

Ringkasan

Eksperimen menjadikan STB bekas (Amlogic S905X3, 4 GB RAM) sebagai server backup di rumah. Tujuannya bukan menggantikan layanan cloud, melainkan menjadi cadangan jika layanan utama bermasalah.

Spesifikasi hardware

  • SoC: Amlogic S905X3 (quad-core Cortex-A55, 1.8 GHz)
  • RAM: 4 GB DDR3
  • Storage: 32 GB eMMC + microSD 64 GB (untuk data Postgres/Docker)
  • Network: Gigabit Ethernet (port RJ45)
  • OS: Armbian (aarch64)

Yang dijalankan

Gitea (Git mirror)

Gitea sebagai mirror repo GitHub. Cron job tiap jam menjalankan git fetch --all dari upstream GitHub. Snapshot tar.gz disimpan lokal selama 90 hari.

Tailscale

Tailscale sebagai mesh VPN. Postgres, Gitea, dan dashboard hanya aksesible dari perangkat yang tergabung dalam tailnet saya. Tidak ada port yang diekspos ke internet publik.

Uptime Kuma

Monitoring sederhana yang memantau:

  • Status situs utama (HTTP 200)
  • Endpoint RSS feed
  • Latensi rata-rata

(Opsional) nginx emergency static host

Salinan static build terakhir dari website disimpan di STB. Kalau Vercel down, saya bisa aktifkan nginx ini sementara dan arahkan DNS ke IP Tailscale.

Catatan performa

Postgres standby mengkonsumsi sekitar 250 MB RAM. Gitea 180 MB. Tailscale 30 MB. Sisa 3+ GB digunakan untuk page cache — sangat cukup untuk beban ringan ini.

Catatan keamanan

  • Tidak ada port terbuka ke internet publik
  • SSH hanya lewat Tailscale
  • Update otomatis via unattended-upgrades
  • Backup eMMC ke microSD setiap minggu

Kode repo

Belum ada repo publik untuk konfigurasi ini. Rencana akan ditaruh di GitHub dengan struktur docker-compose.yml + init/ + tailscale/.

Ditulis oleh Akhmad Mahmud pada . Konten dilisensikan di bawah CC BY 4.0.